G
N
I
D
A
O
L

Jaga Produktivitas Saat Puasa, MA Islamiyah Malo Gelar Pondok Ramadhan Bersama Para Pakar Kitab Kuning

Suasana Pondok ramadhan di MA Islamiyah Malo

maimalo.sch.id, MALO – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana berbeda tampak di lingkungan MA Islamiyah Malo. Sejak Jumat (20/2/2026), madrasah resmi memulai program “Pondok Ramadhan“, sebuah kegiatan intensif yang memfokuskan siswa pada pembelajaran kitab  (Kitab Kuning) dan Al-Qur’an.

Berbeda dengan hari-hari biasa, pihak madrasah sengaja mengalihkan kurikulum umum menjadi pembelajaran berbasis kitab salaf. Langkah ini diambil untuk memperdalam khazanah keilmuan agama siswa langsung dari sumber aslinya.

Belajar Langsung dari Ahlinya, kegiatan ini dibimbing langsung oleh jajaran ustadz dan ustadzah yang mumpuni di bidangnya. Meski sedang menjalankan ibadah puasa, antusiasme para siswa tidak surut. Hal ini terlihat dari kehadiran santri yang memadati ruang-ruang kelas dengan penuh khidmat.

“Kami ingin agar di bulan yang penuh berkah ini, siswa tidak hanya berpuasa secara fisik, tetapi juga produktif meningkatkan kapasitas ilmu agamanya,” ujarnya.

Target Khatam Enam Kitab, Dalam program yang berlangsung selama satu bulan ini, MA Islamiyah Malo menargetkan para siswa dapat mengkhatamkan enam kitab yang disusun secara berjenjang sesuai tingkatan kelas:

Kelas 10: Fokus pada kitab Taisirul Kholaq (Akhlak) dan Arba’in Nawawi (Hadits).

Kelas 11: Mendalami kitab Lubabul Hadits dan kitab Majmu’.

Kelas 12: Fokus pada materi rumah tangga dan nasihat spiritual melalui kitab Uqudul Lujain serta Wasiyatul Musthofa.

Kesan Mendalam bagi Siswa, Pengalaman belajar langsung dari kitab kuning ini memberikan kesan mendalam bagi para siswa. Salwa Auliatul Dwi Anastasya, siswi kelas XI-1, mengaku sangat menikmati metode pembelajaran ini. Menurutnya, mengkaji kitab langsung dari ustadz memberikan pemahaman yang lebih tajam dan mendalam dibandingkan sekadar membaca buku terjemahan.

Dengan semangat literasi kitab kuning ini, MA Islamiyah Malo berharap para lulusannya kelak memiliki landasan agama yang kokoh di tengah arus modernisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *